FGD Tong Belajar Hadir di Wamena: Menyerap Suara OMS Papua Pegunungan

Wamena, 17 Desember 2025, Setelah menjangkau lima wilayah di Tanah Papua, rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Tong Belajar berlanjut ke Wamena, Papua Pegunungan , pada 17 Desember 2025 . Kegiatan ini melibatkan 16 organisasi masyarakat sipil (OMS/LSM/CSO) yang selama ini aktif mendampingi masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah.

FGD Wamena menjadi ruang penting untuk mendengar langsung pengalaman, tantangan, dan kebutuhan OMS yang bekerja di wilayah dengan kondisi geografis dan sosial yang tidak mudah. Jika sebelumnya Tong Belajar banyak menyerap perspektif wilayah pesisir dan perkotaan, maka Wamena menghadirkan cerita dari jantung pegunungan Papua—cerita yang sering bekerja di lingkungan yang sunyi, tetapi berdampak nyata.

Dalam kegiatan ini, tim Tong Belajar kembali memperkenalkan rancangan platform pembelajaran bersama yang sedang dikembangkan. Platform ini dirancang bukan hanya sebagai ruang digital, tetapi sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman lapangan, dan praktik baik antar OMS Papua. Para peserta sambutan inisiasi yang baik dan menilai Tong Belajar relevan dengan kebutuhan nyata penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia.

Melalui diskusi terbuka dan partisipatif, FGD Wamena memetakan profil kelembagaan OMS, program kerja yang dijalankan, serta berbagai tantangan yang dihadapi—mulai dari pengelolaan organisasi, keterbatasan sumber daya, regenerasi aktivis, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas sesuai isu-isu tematik yang dikerjakan. Seluruh proses ini memastikan menjadi bagian dari penilaian kebutuhan untuk penguatan kapasitas OMS dilakukan tepat sasaran dan kontekstual.

Menuju Roadmap Tong Belajar 2026

Hasil FGD Wamena akan menjadi salah satu fondasi penting dalam penyusunan Roadmap Tong Belajar 2026 . Masukan dari OMS Papua Pegunungan akan memperkaya arah platform pengembangan, baik dalam penyusunan materi pembelajaran, memperkuat jejaring antar organisasi, maupun pengembangan tema-tema strategi yang relevan dengan konteks lokal.

 

Dengan demikian, Tong Belajar diarahkan tumbuh sebagai ruang belajar bersama yang inklusif—menghubungkan pengalaman OMS dari pesisir hingga pegunungan, dari kota hingga wilayah pedalaman. Roadmap 2026 diharapkan menjadikan Tong Belajar bukan sekadar program, melainkan ekosistem dan penguatan kapasitas pembelajaran sipil masyarakat Papua yang berkelanjutan dan dikelola bersama.